Budidaya Tanaman Jahe
Budidaya Tanaman Jahe

Budidaya Tanaman Jahe agar Panen Meningkat Tiga Kali Lipat

Diposting pada

Budidaya Tanaman JaheAda beberapa tips agar budidaya tanaman jahe hasil panennya bisa meningkat tiga kali lipat. Jahe yang memiliki nama latin zingiber officinale merupakan tumbuhan berbatang milik suku zingiberaceae atau temu-temuan. 

Jahe sendiri merupakan tanaman yang umum dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Jahe juga dikenal sebagai tanaman obat bumbu masakan, hingga bahan minuman.

Tentunya bukan tanpa alasan kenapa banyak petani yang memilih budidaya tanaman jahe. Selain mudah dibudidayakan, tanaman jahe juga termasuk tanaman yang cukup profit jika dibudidayakan. 

Jenis Jahe yang Dibudidayakan

Ada beberapa jenis jahe di Indonesia. Tetapi pada umumnya tanaman jahe ini dibagi menjadi 3 (tiga) spesies. Sementara itu varietas jahe sendiri berbeda dalam ukuran rimpang, bentuk rimpang dan warna rimpang. 

Untuk di Indonesia sendiri berikut ini adalah jenis jahe yang paling sering dibudidayakan oleh para petani:

Baca juga : Cara Budidaya Bawang Merah

Jahe Gajah atau Jahe Badak 

Jenis yang satu ini memiliki ciri-ciri berukuran rimpang dan besar. Kemudian ruas rimpang yang lebih besar (menggembung) jika dibandingkan dengan varietas lainnya. Jahe gajah atau jahe badak dapat dipanen dan dikonsumsi baik muda maupun tua.

Jahe Emprit atau Jahe Sunti 

Petani di Indonesia juga sering budidaya tanaman jahe emprit atau jahe sunti ini. Rimpang dan ruas dari tanaman jahe ini kecil, agak datar dan sedikit melengkung. Umumnya jenis jahe ini dipanen ketika sudah cukup tua. 

Rasa jahe emprit atau jahe sunti ini lebih pedas. Sebab memiliki kandungan minyak atsiri yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jahe gajah. Jahe emprit atau jahe sunti ini sering digunakan sebagai bahan herbal. Selain itu juga sering di ekstrak menjadi minyak oles dan minyak atsiri.

Jahe Merah 

Dibanding jahe emprit, jahe merah ini memiliki ukuran rimpang yang lebih kecil. Jahe merah juga memiliki kandungan minyak atsiri yang tinggi. Makanya lebih sering dimanfaatkan sebagai obat. 

Harganya pun sedikit lebih mahal. Sehingga tidak mengherankan jika banyak petani yang memilih budidaya jahe merah ini. 

Baca juga : Perangsang Akar Tanaman Alami

Trik Agar Hasil Panen Budidaya Jahe Meningkat Tiga Kali Lipat

Untuk Anda yang ingin budidaya jahe, penting untuk tahu tips meningkatkan hasil panen budidaya jahe hingga tiga kali lipat ini. Nah, dalam hal ini budidaya tanaman jahe menggunakan media tanam polybag. 

Untuk Anda yang ingin mencobanya, berikut ini adalah langkah-langkahnya: 

  1. Lakukan penanaman tiga buah bibit langsung dalam satu polybag. 
  2. Penanaman bibit jahe bisa dilakukan sekaligus saat awal penanaman rimpang. Namun Anda juga bisa melakukan secara bertahap setiap 2 bulan terhitung sejak penanaman pertama.
  3. Pada sistem penanaman, penanaman yang pertama membutuhkan media tanam setebal 15 cm. 
  4. Kemudian Penanaman kedua dilakukan dengan cara menambahkan media tanam setebal 10 cm. 
  5. Barulah setelah dua bulan bibit ketiga ditanam dengan cara menambahkan media tanam setebal 10 cm.
  6. Untuk proses pemeliharaan 3 bibit jahe yang dibudidayakan, bersamaan dengan menambahkan media tanam pada setiap penanamannya. 
  7. Perhatikan untuk lebar minimal polybag adalah 60 cm.  Kemudian jarak tanam dalam polybag antar bibit sebesar 5 sampai dengan 10 cm.
  8. Pemanenan jahe dilakukan sesuai dengan umur yang ditanam paling akhir. Dalam hal ini adalah pada bulan ke 10 hingga 12. 

Dengan cara yang sudah dipaparkan di atas, dalam satu polybag bisa menghasilkan 3 sampai dengan 4 kilogram jahe. Jadi seperti itulah cara budidaya tanaman jahe agar hasil panennya bisa tiga kali lipat dari biasanya.

5/5 - (1 vote)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.